468x60 Ads

Selasa, 22 Mei 2012

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI :KONSEP DAN PERKEMBANGANNYA

Pendahuluan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagiandari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umumadalah semua yang teknologi berhubungan denganpengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Tercakupdalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras,perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputermaupun (tele)komunikasi. Istilah TIK atau ICT (
Information and Communication Technology 
), atau yang di kalangan negaraAsia berbahasa Inggris disebut sebagai
Infocom 
, munculsetelah berpadunya teknologi komputer (baik perangkat kerasmaupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagaisarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20.Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Bahkansampai awal abad ke-21 ini, dipercaya bahwa bidang TIK masihakan terus pesat berkembang dan belum terlihat titik jenuhnyasampai beberapa dekade mendatang. Pada tingkat global,perkembangan TIK telah mempengaruhi seluruh bidangkehidupan umat manusia. Intrusi TIK ke dalam bidang-bidangteknologi lain telah sedemikian jauh sehingga tidak ada satupunperalatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkanperangkat TIK
 
Membicarakan pengaruh TIK pada berbagai bidang lain tentumemerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Dalammakalah ini, kaitan TIK dengan proses pembelajaran disorotilebih dibanding dengan kaitannya dengan bidang lain. Tanpamengecilkan pengaruh TIK di bidang lain, bidang pembelajaranmendapatkan manfaat lebih dalam kaitannya dengankemampuan TIK mengolah dan menyebarkan informasi.

 
Membicarakan pengaruh TIK pada berbagai bidang lain tentumemerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Dalammakalah ini, kaitan TIK dengan proses pembelajaran disorotilebih dibanding dengan kaitannya dengan bidang lain. Tanpamengecilkan pengaruh TIK di bidang lain, bidang pembelajaranmendapatkan manfaat lebih dalam kaitannya dengankemampuan TIK mengolah dan menyebarkan informasi.
Perkembangan TIK
Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggakperkembangan teknologi yang secara nyata memberisumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama adalahtemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875.Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran jaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratanAmerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabelkomunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertamayang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasukiabad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasitransmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yangpertama (Lallana, 2003:5). Komunikasi suara tanpa kabelsegera berkembang pesat, dan kemudian bahkan diikuti pulaoleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siarantelevisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertamaberoperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti olehtahapan miniaturisai komponen elektronik melalui penemuan
 
transistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (
integrated electronics 
) pada tahun 1957. Perkembangan teknologielektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini,mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin.Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blokTimur (eks Uni Sovyet) justru memacu perkembangan teknologielektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untukpengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesinperang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaanrangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor.Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keraskomputer, dan terus berevolusi sampai saat ini.Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saatmulai diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikanteknologi analog yang mulai menampakkan batas-batasmaksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkattelekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkatkomputer yang dari awal merupakan perangkat yangmengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilahyang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atasinfrastruktur telekomunikasi dan komputasi inilah kandungan isi(
content 
) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepatuntuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimanaabad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industrimenjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia
 
maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologidigital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atausetidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (
telematics 
)untuk maksud yang kurang lebih sama dengan TIK yang kitakenal saat ini.
Encarta Dictionary 
mendeskripsikan
telematics 
sebagai
telecommunication+informatics 
(telekomunikasi +informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna
science of data transmission 
. Pengolahan informasi danpendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membukabanyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidangkehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ide untukmenggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-prosesyang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan,sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi,kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendalawaktu dan tempat, juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalandengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan
,mulai dari
e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e- library 
dan sebagainya. Awalan
e- 
bermakna
electronics 
yangsecara implisit dimaknai
berdasar teknologi elektronika digital 
.
Kebijakan Nasional bidang TIK
Menyadari pentingnya TIK sebagai bidang yang berperanbesar dalam pembangunan nasional, Kementerian NegaraRiset dan Teknologi memberikan arahan sektor-sektor yang
 
diprioritaskan untuk dikembangkan melalui kegiatan riset,antara lain: infrastruktur informasi, perangkat lunak, kandunganinformasi (
information content 
), pengembangan SDM dankelembagaan, pengembangan regulasi dan standarisasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 5).
Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri atas beberapa aspek yangseluruhnya harus dibangun secara paralel dan salingmenunjang. Aspek pertama adalah jaringan fisikyang berfungsisebagai jalan raya informasi baik pada tingkat jaringan tulang-punggung maupun tingkat akses pelanggan. Jaringan tulangpunggung harus mampu menghubungkan seluruh daerahIndonesia sampai wilayah pemerintahan terkecil. Pada tingkatakses pelanggan harus memungkinkan tersedianya akses yangmurah dan memadai bagi masyarakat luas.Aspek kedua menekankan pada kemanfaatan sebesar-besarnya pengelolaan sumber informasi bagi seluruhkomponen masyarakat. Kondisi ini dapat dicapai melaluidiwujudkannya interoperabilitas sumber daya informasi yangtersebar luas sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien danefektif oleh seluruh pemangku kepentingan.Aspek terakhir adalah pengembangan perangkat keras, baik disisi jaringan maupun di sisi terminal. Pengembangan ini harusdirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan yangada di Indonesia, dengan mengadopsi sistem terbuka dan
 
diprioritaskan untuk dikembangkan melalui kegiatan riset,antara lain: infrastruktur informasi, perangkat lunak, kandunganinformasi (
information content 
), pengembangan SDM dankelembagaan, pengembangan regulasi dan standarisasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 5).
Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri atas beberapa aspek yangseluruhnya harus dibangun secara paralel dan salingmenunjang. Aspek pertama adalah jaringan fisikyang berfungsisebagai jalan raya informasi baik pada tingkat jaringan tulang-punggung maupun tingkat akses pelanggan. Jaringan tulangpunggung harus mampu menghubungkan seluruh daerahIndonesia sampai wilayah pemerintahan terkecil. Pada tingkatakses pelanggan harus memungkinkan tersedianya akses yangmurah dan memadai bagi masyarakat luas.Aspek kedua menekankan pada kemanfaatan sebesar-besarnya pengelolaan sumber informasi bagi seluruhkomponen masyarakat. Kondisi ini dapat dicapai melaluidiwujudkannya interoperabilitas sumber daya informasi yangtersebar luas sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien danefektif oleh seluruh pemangku kepentingan.Aspek terakhir adalah pengembangan perangkat keras, baik disisi jaringan maupun di sisi terminal. Pengembangan ini harusdirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan yangada di Indonesia, dengan mengadopsi sistem terbuka dan
 
menanamkan tingkat kecerdasan tertentu untuk memudahkanintegrasi sistem dan pengembangannya di masa depan.
Perangkat Lunak
Pengembangan perangkat lunak diarahkan pada realisasisistem aplikasi yang mampu menunjang proses transaksiekonomi yang cepat dan aman, serta pengambilan keputusanyang benar dan cepat. Harga yang terjangkau dan daya saingpada tingkat internasional merupakan salah satu kriteria yangdipersyaratkan, khususnya mendukung kebijakan substitusiimpor.Perangkat lunak sistem operasi dengan kehandalan tinggi dankebutuhan sumber daya memori maupun prosesor yangminimal serta fleksibel terhadap perangkat keras maupunprogram aplikasi yang baru, merupakan prioritas yang harusdikembangkan. Program aplikasi juga perlu dikembangkan,terutama yang terkait dengan sektor perekonomian, industri,pendidikan, maupun pemerintahan.Dalam mempercepat pengembangan dan pendayagunaanperangkat lunak, perlu pula ditinjau implementasi konsep
open source 
. Penerapan konsep
open source 
ini diharapkan mampumenggalakkan industri perangkat lunak dengan partisipasiseluruh lapisan masyarakat tanpa melakukan pelanggaran hakcipta.
 
Kandungan Informasi
Kegiatan pengembangan kandungan informasi(
information content 
) bertujuan melakukan penataan,penyimpanan, dan pengolahan informasi yang diperlukan untukmeningkatkan efisiensi proses pembangunan,pengorganisasian, pencarian, dan pendistribusian informasi.Kegiatan riset dan pengembangan kandungan informasi diawalidengan pemetaan berbagai potensi dan informasi nasionalbeserta pemodelan proses
information retrieval 
. Dengandemikian implementasi
information repository 
dan
information sharing 
merupakan salah satu faktor penentu keberhasilanpengembangan teknologi informasi dan komunikasi.Pemanfaatan maksimal kandungan informasi yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan potensi lokal, akumulasikekayaan seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragamdapat pula dieksploitasi sebesar-besarnya untuk menghasilkanproduk-produk seni budaya yang berbasis multimedia.
Pengembangan SDM
Dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)diperlukan upaya peningkatan kemandirian dan keunggulan,yang salah satunya adalah dengan mengembangkan sistempendidikan dan pelatihan untuk membentuk keahlian danketerampilan masyarakat dan peneliti dalam bidang teknologiyang strategis serta mengantisipasi timbulnya kesenjangankeahlian sebagai akibat kemajuan teknologi, khususnyateknologi informasi dan komunikasi
 
Pengembangan Regulasi dan Standarisasi
Program kajian regulasi meliputi penyusunan Undang-Undang dan penyempurnaan berbagai kebijakan terkait bidangteknologi informasi, komunikasi dan
broadcasting.
Salahsatunya adalah penyempurnaan Cetak Biru Telekomunikasidan UU Telekomunikasi No. 36/1999 yang sudah mulaiketinggalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutanmasyarakat. Penyelesaian Rancangan UU tentang Informasidan Transaksi Elektronik dan berbagai UU lain yang dapatmendorong pertumbuhan aplikasi IT sangatlah diharapkanrealisasinya pada tahun 2005-2025. Termasuk dalam kerangkaregulasi ini adalah mempercepat terlaksananya proseskompetisi yang sebenar-benarnya dalam penyediaan jasatelekomunikasi sehingga dapat memberikan perbaikan kondisilayanan, kemudahan bagi pengguna jasa, serta harga yangekonomis.
TIK dalam Pembelajaran
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telahmemiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatifmenyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisipendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi kesatuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara,merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkanpendayagunaan teknologi dalam membantu prosespembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radiomaupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-
 
Pengembangan Regulasi dan Standarisasi
Program kajian regulasi meliputi penyusunan Undang-Undang dan penyempurnaan berbagai kebijakan terkait bidangteknologi informasi, komunikasi dan
broadcasting.
Salahsatunya adalah penyempurnaan Cetak Biru Telekomunikasidan UU Telekomunikasi No. 36/1999 yang sudah mulaiketinggalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutanmasyarakat. Penyelesaian Rancangan UU tentang Informasidan Transaksi Elektronik dan berbagai UU lain yang dapatmendorong pertumbuhan aplikasi IT sangatlah diharapkanrealisasinya pada tahun 2005-2025. Termasuk dalam kerangkaregulasi ini adalah mempercepat terlaksananya proseskompetisi yang sebenar-benarnya dalam penyediaan jasatelekomunikasi sehingga dapat memberikan perbaikan kondisilayanan, kemudahan bagi pengguna jasa, serta harga yangekonomis.
TIK dalam Pembelajaran
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telahmemiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatifmenyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisipendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi kesatuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara,merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkanpendayagunaan teknologi dalam membantu prosespembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radiomaupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-
 
balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumberbelajar atau fasilitator kepada pembelajar.Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah danmenyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara,dan
movie 
) memberikan peluang baru untuk mengatasikelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bilatelevisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman),pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluangberinteraksi baik secara sinkron (
real time 
) maupun asinkron(
delayed 
). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkanterjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulanutama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus beradadi satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi
video conference 
yang dijalankan berdasar teknologi Internet,memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjangterhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi puncak sepertiitu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebihmurah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIKsaat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau
ebook 
adalah salah satu teknologiyang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasimultimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Ke dalam
ebook 
dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar,
 
animasi, maupun
movie 
sehingga informasi yang disajikan lebihkaya dibandingkan dengan buku konvensional.Jenis
ebook 
paling sederhana adalah yang sekedarmemindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronikyang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusanbuku dapat disimpan dalam satu keping CD atau
compact disk 
 (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau
digital versatile disk 
(kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB), ataupun
flashdisk 
(saat inikapasitas yang tersedia sampai 4 GB). Bentuk yang lebihkompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat adapada misalnya
Microsoft Encarta 
dan
Encyclopedia Britannica 
 yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Formatmultimedia memungkinkan
ebook 
menyediakan tidak sajainformasi tertulis tetapi juga suara, gambar,
movie 
dan unsurmultimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik,misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musiktersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahamiapa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk
e-learning 
.Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa
e-learning 
 meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupunnonformal yang menggunakan jaringan komputer (intranetmaupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi,dan/atau fasilitasi (Tinio, tt: 4). Untuk pembelajaran yangsebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan
 
internet, sering disebut sebagai
online learning 
. Definisi yanglebih luas dikemukakan pada
working paper 
SEAMOLEC, yakni
e-learning 
adalah pembelajaran melalui jasa elektronik(SEAMOLEC, 2003:1). Meski beragam definisi namun padadasarnya disetujui bahwa
e-learning 
adalah pembelajarandengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai saranapenyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebuttercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salahsatu bentuk
e-learning 
. Meskipun per definisi radio dan televisipendidikan adalah salah satu bentuk
e-learning 
, padaumumnya disepakati bahwa
e-learning 
mencapai bentukpuncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet.
Internet-based learning 
atau
web-based learning 
dalam bentukpaling sederhana adalah
web-site 
yang dimanfaatkan untukmenyajikan materi-materi pembelajaran. Cara inimemungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yangdisediakan oleh nara sumber atau fasilitator kapanpundikehendaki. Bila diperlukan, dapat pula disediakan
mailing-list 
 khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsisebagai forum diskusi.Fasilitas
e-learning 
yang lengkap disediakan oleh perangkatlunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelolapembelajaran atau LMS (
learning management system 
). LMSmutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapatdiakses dari manapun selama tersedia akses ke internet (HariWibawanto, 2006). Fasilitas yang disediakan meliputi
 
pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materipembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasukpengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaankomunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya.Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpaadanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat(administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar).‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh
email,
kanal
chatting 
, atau melalui
video conference 
.
Aplikasi Lain
Selain
e-book 
dan fasilitas
e-learning 
, berbagai aplikasilain bermunculan (dan kadang saling berintegrasi sehinggamenimbulkan sinergi) sebagai dampak ikutan perkembanganTIK terutama internet.
E-zine 
dari kata
e-magazine 
, merupakan bentuk digital darimajalah konvensional. Penerbitan majalah berformat digitalmemungkinkan ditekannya ongkos produksi (karena tidak perlumencetak) dan distribusi (karena sekali di
upload 
ke server,seluruh dunia bisa mengaksesnya). Pemutakhiran isinya jugadapat dilakukan dengan sangat cepat sehingga perkembanganmutakhir dapat disajikan dengan lebih cepat. Termasuk dalamkategori
e-zine 
ini adalah
e-newspaper 
yang berfokus padaberita terkini dan
e-journal 
yang memfokuskan diri pada laporanhasil-hasil penelitian.
E-laboratory 
, merupakan bentuk digital dari fasilitas dan proses-proses laboratorium yang dapat disimulasikan secara digital
 
Pada dasarnya, perangkat lunak ini adalah perangkat lunakanimasi dan simulasi yang dapat dikemas dalam keping CD,DVD maupun disajikan pada
web-site 
sebagai
web-based application 
(perangkat lunak yang berjalan pada jaringaninternet).Blog atau
weblog 
adalah perkembangan mutakhir di bidang
web-based application 
. Ide semula adalah menyediakanfasilitas
electronic diary 
atau buku harian elektronik untukremaja. Pengguna dapat mengisi buku harian tersebutsemudah menulis email, mengunggah (
upload 
) ke server hanyadengan meng-klik ikon, dan hasilnya adalah tayangan tulisan dilayar
browser 
. Pemakai internet di manapun berada dapatmelihat publikasi tersebut dengan mengakses alamat situs,misalnya:
http://hariwibawanto.wordpress.com 
. Dari sisikandungan isi, blok sekarang banyak berisi gagasan, ide, danopini pribadi tentang satu masalah yang menarik secarasubyektif. Meskipun akurasi informasi yang tersaji masih bisadiperdebatkan, tetapi yang penting adalah blog memungkinkanseseorang tanpa pengetahuan desain
web-site 
dapat denganmudah membuat
web-site 
pribadi dan mengelola maupunmemutakhirkan isinya dengan sangat mudah. Kemudahan lainadalah tersedianya banyak server blog gratis. Dalam kontekspemanfaatannya bagi proses pembelajaran, kandungan isi blogpembelajar, misalnya, dapat menjadi umpan balik bagifasilitator
 
Konteks Lokal: Universitas Negeri Semarang
Salah satu syarat awal keterlibatan sivitas akademikadalam dunia TIK modern adalah
computer literate 
atau melekkomputer. Pendekatannya bisa
top-down 
(dari dosen turun kemahasiswa) atau sebaliknya
bottom-up 
(dari mahasiswa naik kedosen), atau dua-duanya berjalan simultan. Pendekatan ketigaitulah yang secara alami terjadi di Universitas Negeri Semarang(Unnes). Penetrasi budaya masyarakat informasi yangditularkan oleh perguruan tinggi besar di Indonesia maupun luarnegeri telah menjadikan sebagian dosen
melek komputer 
dan
melek internet 
lebh dulu dari rekan-rekannya yang lain. Asetinilah yang secara alami melalui proses interaksi salingmemerlukan, menjadi sarana persebaran keterampilan (danbudaya) menggunakan komputer dan internet.Penggarapan lebih serius dilakukan oleh UPT Sumber Belajardan Media melalui kegiatan-kegiatan pelatihan produksimultimedia, perancangan situs web, dan sebagainya, yangberlangsung sejak tahun 2000. Dalam kegiatan-kegiatanpelatihan itulah dilakukan pengenalan pemanfaatan komputeruntuk pembelajaran, sehingga menimbulkan gairah belajar-mengajar dengan fasilitas komputer.Sejak itu, mulailah masing-masing jurusan maupun programstudi menyediakan fasilitas laboratorium komputer maupunlaboratorium produksi multimedia. Kebutuhan yang mendesakterhadap akses internet mulai dilayani oleh warung internetyang bekerjasama dengan UPT Perpustakaan, kemudian
 
disusul oleh layanan serupa di Jurusan Fisika, JurusanEkonomi, dan Jurusan Teknik Elektro.Menyadari pentingnya akses Internet dan fasilitas pembelajaranberbasis TIK lainnya, maka pada tahun 2006, melalui programhibah kompetisi INHERENT Unnes berupaya menyatukan jaringan-jaringan komputer lokal yang ada di 8 fakultas denganmenggunakan
back-bone 
serat optik. Upaya itu berhasildilakukan setelah Unnes memenangkan hibah INHERENT(Unnes, 2006). Penyatuan jaringan lokal tersebutmemungkinkan dioperasikannya sistem informasi
online 
yangmulai tahun 2007 dimanfaatkan sebagai sarana
heregistrasi,yudisium,
dan pengisian KRS secara
online 
. Pengembanganselanjutnya adalah menyatukan beberapa kampus Unnes yangberada di lokasi lain (misalnya: Program Pascasarjana diBendan Ngisor dan PGSD di Karanganyar) menjadi satu jaringan dengan kampus pusat di Gunungpati. Sayangnya,keterbatasan anggaran rutin yang disediakan Unnesmenjadikan rencana-rencana tersebut hanya dapatdilaksanakan dengan mengandalkan dana-dana dari programhibah kompetisi. Tim-tim yang dibentuk oleh Unnes mendapattugas berat untuk mengajukan dan mempertahankan proposalyang diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi, bersaingdengan ratusan perguruan tinggi lain (negeri maupun swasta),agar dapat didanai.
 
Beberapa permasalahan yang ditengarai menjadi tantanganpemanfataan TIK bagi pembelajaran di Unnes antara lainadalah:Adanya
digital divide 
dalam konteks lokal Unnes sendiri. Adakesenjangan antara mahasiswa yang memperoleh kekayaaninformasi lebih dengan mahasiswa yang memiliki aksesinformasi terbatas, baik akibat belum meratanya ketersediaanfasilitas, kurangnya keterampilan mengakses informasi,kurangnya dukungan finansial, maupun oleh sebab-sebab lainyang belum bisa diidentifikasi. Kesenjangan digital ini jugaterjadi pada level dosen dan sivitas akademika lainnya.Adanya resistansi atau penolakan baik yang bersifat statik(berupa sifat malas berubah dan malas belajar) maupun agresif(perlawanan, karena menjadi pihak yang ‘dirugikan’).Ketergantungan pada sumber dana yang berasal dari hibahkompetisi menjadikan perkembangan TIK di Unnes tidak selaluberjalan sesuai skenario ideal. Hal itu disebabkan setiapprogram hibah yang diluncurkan Dikti senantiasa memiliki arahdan fokus sendiri, dan tidak selalu bisa dikaitkan denganimplementasi TIK.
Peluang-peluang di Masa Depan
Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi maupun KurikulumTingkat Satuan Pendidikan, termuat mata ajaran TeknologiInformasi dan Komunikasi untuk SMP/MI maupunSMA/SMK/MA/MAK. Sampai saat ini belum ada LembagaPendidikan Tenaga Kependidikan yang menghasilkan guru
 
dengan spesialisasi pengajar Teknologu Informasi danKomunikasi. Sebagian besar guru TIK di lapangan adalah guruyang berasal dari bidang keahlian kependidikan lain yangkebetulan ‘bisa mengoperasikan komputer’ atau bahkansarjana-sarjana komputer. Ini merupakan peluang bagi LPTKseperti Unnes, baik dengan membuka secara khusus programstudi yang terkait dengan TIK ataupun membekali calon gurudengan keterampilan TIK yang memadai sehingga tidakgamang menghadapi penugasan sebagai guru TIK.Ladang garapan lain yang seharusnya digarap LPTK sepertiUnnes adalah bidang pemanfaatan TIK dalam prosespembelajaran. Kiranya program studi Kurikulum dan TeknologiPendidikan (dengan penekanan pada frasa terakhir, TeknologiPendidikan) tepat untuk menggarap bidang tersebut. Berikutadalah sebagian dari daftar panjang bidang-bidang yangseharusnya digarap Unnes sebagai LPTK:Kajian desain dan implementasi bahan ajar multimedia;Kajian teori-teori belajar terkait proses pembelajaran
online 
;Kajian eksploratif pemanfaatan jaringan Internet dalam prosespembelajaran;Desain dan implementasi perangkat lunak pembelajarandengan berlandaskan pada teori belajar mutakhir;Pemanfaatan secara kreatif aplikasi-aplikasi berbasis internetyang telah ada menjadi alat bantu pembelajaran;Kajian pemanfaatan
chatting, blogging,
maupun
 teleconferencing 
pada proses pembelajaran;
 
Penutup
Sebagai institusi yang menghasilkan guru dan tenagakependidikan lainnya, Unnes masih perlu membenahi dan terusmemperbaiki infrastruktur terkait teknologi informasi dankomunikasi. Perbaikan infrastruktur TIK ini merupakankeniscayaan, mengingat pesatnya perkembangan TIK padaumumnya dan yang terkait dengan proses pembelajaran padakhususnya. Selain perbaikan infrastruktur, rekayasa sosialuntuk mendekatkan sivitas akademika dengan TIK perludilakukan mengingat bahwa adopsi teknologi hanya berhasilbaik apabila disertai dengan penyesuaian-penyesuaian budayamaupun kebiasaan yang dibawa serta oleh teknologi tersebut.


Daftar Pustaka
Hari Wibawanto. 2006.
Learning Management System 
.
Handout 
. Disajikan pada
Training on ICT in Instruction forQuality Improvement of Graduate Study
di UniversitasUdayana, Denpasar.Kementerian Negara Riset dan Teknologi. 2006.
Buku Putih.Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK Bidang TeknologiInformasi dan Komunikasi Tahun 2005-2025
. Jakarta:Kementerian Negara Riset dan Teknologi.Lallana, Emmanuel C. 2003.
The Information Age
. Manila: e-Asean Task Force UNDP APDIP.SEAMOLEC. 2003.
e-Learning di Indonesia dan Prospeknya di Masa Mendatang 
.
Makalah
. Disajikan pada Seminar

0 komentar:

Poskan Komentar